Fiction/Fiksi

#NulisRandom2017 Challenge: Day 16 – river

Gray selalu menyukai malam. Apalagi tepi sungai yang diapit dengan langit malam, serta dipadati oleh gugus-gugus gemintang. Gray juga menyukai kemilau-kemilau cahaya membentuk spektrum-spektrum terstruktur statis yang terpancar dari lampu-lampu kota.

Sampai hari itu tiba.

Ketika kehidupan Juvia Lockser terenggut,

tepat di tepi sungai,

tepi sungai tempat pertama kali jerit-jerit “Gray-sama! Gray-samaa!” yang sarat akan afeksi didengar oleh Gray.

Maka Gray tak pernah lagi menyukai malam pengapit tepi sungai. Sebab,

paras elok Juvia Lockser, dengan senyum-senyum madu, tapi diiringi tumpuk-tumpuk pilu,

akan selalu membayangi tiap-tiap sudut pikiran Gray.


disclaimer: Fairy Tail belongs to Hiro Mashima. But this story is purely mine.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s