Fiction/Fiksi

#JanuaryProsody Event: Day 24 – unforgiven

“Maaf.”

Katamu sesaat sebelum kaupergi, tanpa peduli bagaimana perasaanku, lalu tak pernah kembali.

Mungkin, mungkin kaupikir, satu kata itu bisa menyelesaikan segalanya. Mungkin, mungkin kaukira, satu kata itu bisa menghapuskan seluruh kesalahan-kesalahanmu padaku.

Mungkin, mungkin kau berharap, satu kata itu, bisa membuatku melupakan semua kesalahanmu.

(Tidak, tidak bisa. Aku tidak bisa memaafkanmu).

(Kau egois).

Kesalahanmu, ada banyak. Banyak sekali. Tetapi tiga di antaranya adalah yang tertinggi. Biar aku urutkan. Mungkin kaulupa, atau tak lagi teringat.

Atau tak lagi bisa memikirkannya.

Kesalahan pertama adalah bantuanmu hari itu, ketika kau mengambilkan sebuah buku pada rak yang tak dapat kujangkau.

(yang ini, tak bisa kumaafkan. karena seharusnya, kau tetap membiarkan buku itu berada di luar jangkauanku).

Lalu kesalahan kedua adalah, tatap iris langit serta uar-uar senyummu di hari-hari selanjutnya, ketika kau dan aku mulai menjadi kita.

(yang ini, juga tak bisa kumaafkan. karena seharusnya, tatap serta uar-uar senyum itu tidak kauberikan padaku).

Maka kesalahan ketiga adalah yang paling besar, (dan yang paling tak bisa kumaafkan).

Kesalahan ketiga adalah kesalahan terbesarmu.

Iya, Deidara, kesalahan terbesarmu adalah membiarkanku jatuh cinta, padamu, kemudian meninggalkanku.

Kesalahan terbesarmu adalah pergi, di hari yang tak mampu kuingat lagi, meninggalkan aku yang telah jatuh terlalu jauh, terlalu dalam, padamu.

Selamanya.

(Tidak. Tidak bisa. Aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu).

(Kau sangat egois).

(Kaupergi, dengan sepatah ujar ‘maaf’, lalu tak pernah kembali lagi).

(Kematianmu, Deidara, yang tak bisa kumaafkan).

(Maka sekali lagi, kau egois).

(Karena kau tak peduli, betapa hancurnya aku bila kaupergi).

***

disclaimer: Naruto belongs to Masashi Kishimoto. but this story is purely mine.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
[maaf]

[maafkan aku, Deidara. aku juga egois]

[aku tak sanggup, untuk berhenti mencintaimu, apalagi merelakan kepergianmu]

[maka aku juga punya kesalahan, kesalahan yang juga besar]

[kesalahan terbesarku adalah, terus-menerus jatuh, ke dalam cintamu]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s