Fiction/Fiksi

#SoulscapeDecember2017 Event: Day 10 – a beginning

“Kelihatannya, seni memang duniamu, ya.” “Aku menyukainya. Sangat. Mungkin, ini adalah salah satu bagian terbesar dalam hidupku.” Felice beranggapan Leo bukan lelaki aneh yang hanya bisa ngobrol soal seni, melainkan lelaki ini memang kelewat mencintai seni sehingga percakapan mereka sering kali berputar di topik yang sama. Ya, manusia cenderung gemar membicarakan apa-apa yang mereka sukai,… Continue reading #SoulscapeDecember2017 Event: Day 10 – a beginning

Fiction/Fiksi

#NovemberRomance Event: Day 27 – graduation

“Congratulations, Dear!” “Ya ampun, Sayaaang! Selamat, ya!” “Eww, akhirnya kau sampai di sini, Nak!” “Cumlaude, ya? Selamat, selamat!” “Wisuda juga, ya, Sayang! Selamat menjadi sarjana!” Hiruk-pikuk di pekarangan dan aula utama universitas tampak seperti tak akan pernah berakhir sejak tadi siang; padahal sore sudah hampir tiba. Ucapan-ucapan tersebut hanyalah beberapa dari banyaknya ucapan yang didapat… Continue reading #NovemberRomance Event: Day 27 – graduation

Fiction/Fiksi

#NovemberRomance Event: Day 24 – roller coaster

“Hei, ayo naik itu.” “Tidak mau.” “Ayolah, kita naik itu.” “Tidak mau.” “Cih. Ayolah, naik itu pasti menyenangkan.” “Aku tidak mau, Dei-da-ra.” Lelaki itu menghela napas. “Jadi kau lebih senang aku naik itu dengan wanita lain?” “…” Deidara menyeringai. Si gadis mengerucutkan bibir. “Cuma kau sendiri yang berminat untuk naik roller coaster setinggi itu, tahu!”… Continue reading #NovemberRomance Event: Day 24 – roller coaster

Fiction/Fiksi

#NovemberRomance Event: Day 01 – black guitar

“Nanti malam, jam delapan, kutunggu di puncak bukit, ya, dan bawa bekal.” “Hah?” “Bawa saja. Dan kutunggu di puncak bukit.” Itu isi percakapan ia dan Deidara siang tadi. Maka di sinilah si gadis sekarang, sedang duduk di atas bentang tikar dengan beberapa makanan dan minuman yang terhidang, di puncak bukit dengan langit cerah penuh akan… Continue reading #NovemberRomance Event: Day 01 – black guitar

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Sandwriting] Day 27 – name on the beach

“Oi.” “…” “Hei.” “…” “Sayang.” “Apa sih! Berisik!” Si gadis menghardik. “Kita sudah tiga jam di sini.” “Memangnya kenapa? Nggak suka? Pulang sana!” Si gadis menghardik, lagi. “Well, daritadi kau melarangku pulang, kaubilang aku jahat.” “Berisik, berisik! Bwee!” Kali ini, si gadis menjulurkan lidah. “Jadi,” “Apa?” “Mau sampai kapan kau menuliskan namaku di atas pasir-pasir… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Sandwriting] Day 27 – name on the beach

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Out of The Sea] Day 21 – stop

Halo, Sayang. Matamu sembab lagi. Cerita apa yang kaubawa hari ini? Masihkah satu cerita yang sama? Melihat jemari-jemari mungil itu menggenggam batu karang-batu karang yang sama, lagi. Aku tak begitu lihai menduga, tetapi aku cukup percaya diri dengan intelegensiku, maka biarkan aku menebak, lagi. Kau baru saja pergi ke laut, benar? Kemudian membawa jejak-jejak sedu… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Out of The Sea] Day 21 – stop

Fiction/Fiksi

#NulisRandom2017 Challenge: Day 15 – assignment

“Oi.” “…” “Hei.” “…” “Sayang.” “Berisik, Deidara! Pergi sana!” Si gadis mendelik. Tajam. Kalau tatapan bisa membunuh, mungkin Deidara sudah mati dalam lima detik. Deidara mengernyit. “Astaga apa salahku, sih?” Ia mengujar, sembari duduk bersila di atas ranjang, mengatensi si gadis di kursi. Si gadis menghentikan segala aktivitas, mengabaikan laptop di depan, lalu berputar dengan… Continue reading #NulisRandom2017 Challenge: Day 15 – assignment