Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Confetti] Day 09 – one more hope

Namaku, Sang Pengagum Rahasia. Hari ini, aku baru saja mendatangi sebuah pesta besar, besar sekali. Ada banyak hal yang bisa kutemui di sana; termasuk di dalamnya kue-kue atau balon-balon perayaan. Namun, ada satu yang paling kusukai. Konfeti. Kamu tahu konfeti? Kertas-kertas kecil penuh warna, yang ditaburkan secara abstrak, untuk melesapkan nuansa-nuansa monokrom yang ada. Tebar-tebar… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Confetti] Day 09 – one more hope

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Watching You Leave] Day 08 – laut

Satu tahun terakhir ini, laut menjadi tempat terfavorit yang si gadis datangi paling tidak tiga kali dalam seminggu. Apalagi jika laut sedang cerah, si gadis pasti akan melakukan segala cara agar ia bisa menyempatkan diri untuk datang ke sini. Seperti hari ini. Hari ini, semesta sedang cerah, cerah sekali. Tak ada satu gumpal putih pun… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Watching You Leave] Day 08 – laut

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Undercover] Day 07 – surprise

“Sampai nanti, Deidara.” Gadis itu turun dari mobil, mengulum seulas senyum paling manis, yang ia berikan hanya untuk si terkasih. Manik beningnya ikut tersenyum, kala ia menatap iris langit Deidara melalui kaca jendela yang diturunkan. Senyum itu semakin lebar, seiring dengan mengeratnya barang-barang yang ia dekap; satu polybag dari butik ternama, satu buket besar mawar… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Undercover] Day 07 – surprise

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: Day 05 [prompt: Who Needs Money?] – love is not money

“Well, apa perlu kutambahkan TNT lagi? Kurasa yang satu ini sama sekali belum sempurna.” Jarum jam pada dinding sudah menunjukkan pukul satu dinihari, tapi iris langit Deidara masih mengatensi lamat-lamat bahan peledak setengah jadi yang tengah teronggok manis di atas meja kerjanya; satu meja berbahan jati yang cukup besar dan sama sekali tak bisa disebut… Continue reading #Noctober2017 Challenge: Day 05 [prompt: Who Needs Money?] – love is not money

Fiction/Fiksi

#NulisRandom2017 Challenge: Day 20 – comic

“Hei.” “…” “Oi.” “…” “Astaga sedang membaca apa, sih?” GREB. “HEI!” Si gadis menghardik dengan cepat, ketika sebuah buku di tangannya diambil paksa. Buku komik. Yang sudah dibaca si gadis sejak hampir satu jam yang lalu. “Jadi, kau membaca ini sampai berhenti membersihkan kamar?” “Aku tidak berhenti! Aku cuma membacanya sebentar sekalian merapikan lemari buku!”… Continue reading #NulisRandom2017 Challenge: Day 20 – comic

Fiction/Fiksi

#NulisRandom2017 Challenge: Day 17 – jerk

Satu lingkaran. Dua lingkaran. Tiga lingkaran. Empat lingkaran. Lima lingkaran. Lima lingkaran. Seulas senyum pahit terlukis di wajah si gadis. Pancar iris bening si gadis sama kelamnya dengan langit malam tanpa satu pun rasi bintang. Ia pandangi lingkaran-lingkaran tersebut. Lingkaran-lingkaran yang mengelilingi tiap-tiap tanggal di kalender. Dan lingkaran kelima adalah hari ini. 5 Mei. Hari… Continue reading #NulisRandom2017 Challenge: Day 17 – jerk

Fiction/Fiksi

#NulisRandom2017 Challenge: Day 16 – river

Gray selalu menyukai malam. Apalagi tepi sungai yang diapit dengan langit malam, serta dipadati oleh gugus-gugus gemintang. Gray juga menyukai kemilau-kemilau cahaya membentuk spektrum-spektrum terstruktur statis yang terpancar dari lampu-lampu kota. Sampai hari itu tiba. Ketika kehidupan Juvia Lockser terenggut, tepat di tepi sungai, tepi sungai tempat pertama kali jerit-jerit “Gray-sama! Gray-samaa!” yang sarat akan… Continue reading #NulisRandom2017 Challenge: Day 16 – river