Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Sandwriting] Day 27 – name on the beach

“Oi.” “…” “Hei.” “…” “Sayang.” “Apa sih! Berisik!” Si gadis menghardik. “Kita sudah tiga jam di sini.” “Memangnya kenapa? Nggak suka? Pulang sana!” Si gadis menghardik, lagi. “Well, daritadi kau melarangku pulang, kaubilang aku jahat.” “Berisik, berisik! Bwee!” Kali ini, si gadis menjulurkan lidah. “Jadi,” “Apa?” “Mau sampai kapan kau menuliskan namaku di atas pasir-pasir… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Sandwriting] Day 27 – name on the beach

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Out of The Sea] Day 21 – stop

Halo, Sayang. Matamu sembab lagi. Cerita apa yang kaubawa hari ini? Masihkah satu cerita yang sama? Melihat jemari-jemari mungil itu menggenggam batu karang-batu karang yang sama, lagi. Aku tak begitu lihai menduga, tetapi aku cukup percaya diri dengan intelegensiku, maka biarkan aku menebak, lagi. Kau baru saja pergi ke laut, benar? Kemudian membawa jejak-jejak sedu… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Out of The Sea] Day 21 – stop

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Confetti] Day 09 – one more hope

Namaku, Sang Pengagum Rahasia. Hari ini, aku baru saja mendatangi sebuah pesta besar, besar sekali. Ada banyak hal yang bisa kutemui di sana; termasuk di dalamnya kue-kue atau balon-balon perayaan. Namun, ada satu yang paling kusukai. Konfeti. Kamu tahu konfeti? Kertas-kertas kecil penuh warna, yang ditaburkan secara abstrak, untuk melesapkan nuansa-nuansa monokrom yang ada. Tebar-tebar… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Confetti] Day 09 – one more hope

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Watching You Leave] Day 08 – laut

Satu tahun terakhir ini, laut menjadi tempat terfavorit yang si gadis datangi paling tidak tiga kali dalam seminggu. Apalagi jika laut sedang cerah, si gadis pasti akan melakukan segala cara agar ia bisa menyempatkan diri untuk datang ke sini. Seperti hari ini. Hari ini, semesta sedang cerah, cerah sekali. Tak ada satu gumpal putih pun… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Watching You Leave] Day 08 – laut

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Undercover] Day 07 – surprise

“Sampai nanti, Deidara.” Gadis itu turun dari mobil, mengulum seulas senyum paling manis, yang ia berikan hanya untuk si terkasih. Manik beningnya ikut tersenyum, kala ia menatap iris langit Deidara melalui kaca jendela yang diturunkan. Senyum itu semakin lebar, seiring dengan mengeratnya barang-barang yang ia dekap; satu polybag dari butik ternama, satu buket besar mawar… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Undercover] Day 07 – surprise

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: Day 05 [prompt: Who Needs Money?] – love is not money

“Well, apa perlu kutambahkan TNT lagi? Kurasa yang satu ini sama sekali belum sempurna.” Jarum jam pada dinding sudah menunjukkan pukul satu dinihari, tapi iris langit Deidara masih mengatensi lamat-lamat bahan peledak setengah jadi yang tengah teronggok manis di atas meja kerjanya; satu meja berbahan jati yang cukup besar dan sama sekali tak bisa disebut… Continue reading #Noctober2017 Challenge: Day 05 [prompt: Who Needs Money?] – love is not money

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: Day 04 [prompt: Rainy Day] – langit

Ini sudah hari kesepuluh, tapi sang langit masih saja menangis. Bahkan semesta tak memberinya sedikit pun petunjuk kenapa rintik-rintik ini terus berguyur; menggerus atap-atap dengan sadis. Menggerus hati si gadis menjadi serpih-serpih yang tak pernah mencapai kulminasi; tetap statis. “Aku hanya pergi empat hari. Tunggu saja di sini sampai aku kembali.” Itu yang Deidara ujarkan… Continue reading #Noctober2017 Challenge: Day 04 [prompt: Rainy Day] – langit