Fiction/Fiksi

hurt

Kaupejamkan kedua matamu. Kauhela napasmu. Merasa lelah dengan semua ini. Kau ingin menangis. Namun kau cukup paham kau sulit untuk melakukannya. Entahlah. Netramu sering kali tak ingin—atau mungkin memang tak mampu, untuk meluncurkan likuid bening pelega segalanya. Seharusnya memang menjadi pelega. Jika likuid itu benar-benar terluncurkan. Ini semua salahnya. Dia bersalah, kautahu itu. Dia melakukan… Continue reading hurt

Fiction/Fiksi

please, don’t go.

Bagaimana? Apakah semuanya berjalan dengan lancar? Apakah semuanya berjalan sesuai dengan rencana? Kau menggeleng. Tidak, katamu. Rencana-rencanamu gagal. Hanya satu yang berhasil—nyaris berhasil. Kau terduduk di pinggir area. Otak dan pikiranmu bergelut. Harus kuapakan lagi ini? Begitu pikirmu. Kautahu kau harus menyelesaikannya. Hal ini seharusnya mudah kalau tak ada pecundang yang mengacau. Harusnya, pria tua… Continue reading please, don’t go.