Fiction/Fiksi

#NovemberRomance Event: Day 27 – graduation

“Congratulations, Dear!” “Ya ampun, Sayaaang! Selamat, ya!” “Eww, akhirnya kau sampai di sini, Nak!” “Cumlaude, ya? Selamat, selamat!” “Wisuda juga, ya, Sayang! Selamat menjadi sarjana!” Hiruk-pikuk di pekarangan dan aula utama universitas tampak seperti tak akan pernah berakhir sejak tadi siang; padahal sore sudah hampir tiba. Ucapan-ucapan tersebut hanyalah beberapa dari banyaknya ucapan yang didapat… Continue reading #NovemberRomance Event: Day 27 – graduation

Fiction/Fiksi

#NovemberRomance Event: Day 21 – books

“Deidara.” “Hmm?” “Kembalikan bukuku.” “Tidak.” “Kembalikan.” “Ti-dak.” “…” “Hehe.” “… KEMBALIKAN BUKUKU, SINI!” GREB! “O-oi—” “Terakhir kali kaupegang bukuku, semuanya berakhir menjadi abu! Ini akan jadi yang kesepuluh kalau tidak kuambil!” “Well, aku suka desain cover-nya.” Memeluk erat satu buah ensiklopedia tebal, si gadis menaut iris langit Deidara lekat-lekat, memberi tatap-tatap tertajam yang mampu ia… Continue reading #NovemberRomance Event: Day 21 – books

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: [prompt: Out of The Sea] Day 21 – stop

Halo, Sayang. Matamu sembab lagi. Cerita apa yang kaubawa hari ini? Masihkah satu cerita yang sama? Melihat jemari-jemari mungil itu menggenggam batu karang-batu karang yang sama, lagi. Aku tak begitu lihai menduga, tetapi aku cukup percaya diri dengan intelegensiku, maka biarkan aku menebak, lagi. Kau baru saja pergi ke laut, benar? Kemudian membawa jejak-jejak sedu… Continue reading #Noctober2017 Challenge: [prompt: Out of The Sea] Day 21 – stop

Fiction/Fiksi

#Noctober2017 Challenge: Day 04 [prompt: Rainy Day] – langit

Ini sudah hari kesepuluh, tapi sang langit masih saja menangis. Bahkan semesta tak memberinya sedikit pun petunjuk kenapa rintik-rintik ini terus berguyur; menggerus atap-atap dengan sadis. Menggerus hati si gadis menjadi serpih-serpih yang tak pernah mencapai kulminasi; tetap statis. “Aku hanya pergi empat hari. Tunggu saja di sini sampai aku kembali.” Itu yang Deidara ujarkan… Continue reading #Noctober2017 Challenge: Day 04 [prompt: Rainy Day] – langit

Fiction/Fiksi

#JumblingJuly2017 Challenge: Day 1 [rasa takut] – constellation

Malam ini, langit cerah sekali. Sang langit memenuhi diri dengan konstelasi-konstelasi gemintang yang infiniti. Pun dengan sang bulan yang menggantung indah bak mentari, tapi di malam hari. Si gadis mendongak, demi memandangi cakrawala penuh bintik-bintik sinar. Satu senyum terukir di bibir si gadis. Ada kehangatan yang mendalam saat tumpuk-tumpuk gemintang itu memenuhi mata beningnya. Mengagumi… Continue reading #JumblingJuly2017 Challenge: Day 1 [rasa takut] – constellation

Fiction/Fiksi

#NulisRandom2017 Challenge: Day 16 – river

Gray selalu menyukai malam. Apalagi tepi sungai yang diapit dengan langit malam, serta dipadati oleh gugus-gugus gemintang. Gray juga menyukai kemilau-kemilau cahaya membentuk spektrum-spektrum terstruktur statis yang terpancar dari lampu-lampu kota. Sampai hari itu tiba. Ketika kehidupan Juvia Lockser terenggut, tepat di tepi sungai, tepi sungai tempat pertama kali jerit-jerit “Gray-sama! Gray-samaa!” yang sarat akan… Continue reading #NulisRandom2017 Challenge: Day 16 – river

Fiction/Fiksi

#NulisRandom2017 Challenge: Day 14 – memilih

“Oi, Sakura. Besok siang, ikut aku ke pameran di museum, ya. Ada beberapa karya seniku yang dipamerkan di sana.” “Sakura-chaan! Besok siang, ikut aku ke restoran yang baru dibuka itu, ya! Ada beberapa menu ramen spesial di sana.” Sakura menghela napas panjang, kemudian melemparkan dirinya di atas ranjang. Ia pejamkan mata, ketika dua ujaran itu… Continue reading #NulisRandom2017 Challenge: Day 14 – memilih